Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018
#  0113 Secarik Kertas Berkuasa Konon kisah secarik kertas yang berkuasa Penentu nasib berjuta manusia Berisi gambar orang-orang haus kuasa Tersenyum manis namun pendusta Beribu cara upaya untuk memilikinya Tak peduli rakyat terpecah belah Kadang menjadi tragedi berdarah Asalkan kuasa di tangan mereka Berjuta kali berjuta biaya untuk merebutnya Saudara jadi tak bermakna Karena semua ada tarif dan harga Padahal jiwa dan raga taruhannya Wahai Penguasa yang bertahta .... Semua akan ditanya : Untuk apa kau pakai Mahkota di kepala...? Apakah hanya untuk bergaya ....? Atau hanya untuk mengeruk harta ....? Secarik kertas Berkuasa akan menjadi saksinya Berisi amanah atas nama rakyat jelata Kau pegang dengan teguh atau hanya tipuan saja Kelak menjadi penyesalanmu sepanjang masa.... Hergi, 26 April 2018
# 0112 Penjajah negeriku Tersebut sebuah negeri dibelahan dunia nyata Kaya raya berlimpah tak terkira Terangkai indah di sabuk katulistiwa Bagai manik permata berkilau dipandang mata Sejak dahulu ia jadi rebutan bangsa-bangsa Bagai perawan molek cantik mempesona Menggairahkan birahi para penjajah Hingga 3 abad lebih diperkosa Belanda Lalu darah para syuhada membebaskannya Beribu jiwa melayang sebagai tumbalnya Sang negeri pertiwipun tersenyum bangga Terlepas dari belenggu tirani penjajah Negeri itupun merdeka Dengan euforia nyanyian tak berjeda Terlena dalam gembira terkadang membius membuat lupa Dan itu menjadikannya kembali terjajah penguasa Dengan rakus mereka menghisap darah saudara sedarah Hanya demi kuasa sesaat saja Menjual ibu pertiwinya dengan harga murah Inilah ironi negeriku yang kaya namun papa ... Hergi, 24 April 2018
#  0111 Kartini Perempuan Pejuang emansipasi Menulis cita dan asa dari sanubari Untuk perempuan sejajarkan diri Agar hidup lebih bernilai dan berarti Perjuangan itu kadang tereliminasi Terhalang Adat dan istiadat yang masih membumi Seperti tembok kokoh berdiri Sekalipun zaman sudah reformasi Kaum lelaki bukannya tak mau memberi Hak-hak kalian tiang ibu pertiwi Masih banyak bumi ini harus dibenahi Yang tak mungkin kalian lakoni Wahai Kartini .... Emansipasi ada porsi tersendiri Perempuan punya peran yang tak terganti Sebagai madrasah penerus generasi Apakah itu tak cukup lagi ....? Emansipasi hanya obsesi Sekedar untuk menaikkan gengsi...? Jika itu tujuan pasti ... Alamat bumi akan mati suri ... Hergi, 21 April 2018
#  0110 Angin senja di batas kota Kisah ini sesaat setelah kita ujian sekolah Kautanyakan kemana selanjut ku akan melangkah Jawabku ku ingin jauh melalang buana Mencari jati diri dan melihat luasnya dunia Kau terdiam tak berkata Sorot mata penuh tanda tanya Seolah ada misteri yang tak bisa kuduga Biarlah waktu menjawab semua Lalu akupun bertanya tentang kita Akankah tersambung kelak di cerita Kau kembali terdiam sejenak lalu berkata : aku ingin sahabat saja ... Satu kata yang tak terlupa, akan terkenang sepanjang usia Aku berdiri tegar tanpa penopang jiwa Tak ada air mata yang tertumpah di sana Angin senja membawa jiwa dan raga Di batas kota aku melangkah tuk meraih cita-cita.... Hergi, 23 April 2018
# 0109 Politik Tahun depan tahun politik Banyak orang tergelitik Bercita-cita jadi pejabat publik Segala carapun ditelisik Mengapa begitu banyak orang tertarik...? Mungkin iming-iming yang menarik Tak peduli modal secarik Yang penting kelak itu berbalik Namun terkadang nasib terbalik Harapan baik jadi menukik Hidup jadi terusik Karena kantong jadi tercabik Politik memang cantik Jadi pujaan orang-orang renik Namun sayang itu cuma sedetik Akan berlalu dan berbalik........ Hergi, 19 April 2018
# 0108 Malu Aku malu untuk hanya sekedar menyapamu Apalagi untuk berbincang dan bercanda denganmu Terkadang ada beban yang mengganggu Apakah itu yang disebut rindu...? Aku tak ingin lagi menatapmu Akupun tak ingin lagi berharap dirimu Setelah tahu hatimu taklah terpaut padaku Kehadiranku hanya duri bagimu Yang menusuk angan dan harapanmu Bagai racun yang menjalar membunuh sendi ragamu Tak perlu risau..., aku akan menjauh Takkan kau lihat lagi rautku Dan takkan kau lihat lagi harapku Ku akui ada jejakmu dalam kenanganku Ada tunas cinta yang tak pernah tumbuh Ada perih yang membelenggu Namun ku yakin akan berlalu Malu.... Itulah senjataku untuk membunuh semua rindu Untuk segera bangkit dan berlalu darimu ...... Hergi, 21 April 2018
# 0107 Waktu... Setiap hari berlalu Menjadi tempat terjauh Kenangan yang selalu diriindu Walau terkadang itu tak perlu Sungguh terlalai hatiku Mengabaikan panggilan Mu Untuk sekedar sejenak mencumbu Sujud di sejadah lusuh Ya Rabbku masihkah ada waktu Untuk ku mengejar Mu Dalam ketertinggalan ku Meraih bekal dalam perjalanan panjang waktu akhirat ku..... Hergi, 19 April 2018
# 0106 Letih Aku letih menanti Segelas rindu pelepas dahagaku Di setiap senyummu Terselip raguku Tatap mata yang teduh Ternyata bukan untukku Tawa yang renyah bukan untuk hiburku Ku bujuk resah dan gelisah Agar tak memecah amarah Kusimpan duka agar tak meluka Kubiarkan sayang melayang Agar tak lagi membayang Hai jiwa yang letih Berhentilah menanti Teruskan langkah meniti Diujung jalan jawaban pasti... Hergi, 16 april 2018
# 0105 Terimakasih Bait puisiku tak begitu indah Untuk sekedar ucapkan terimakasih Mencari selama ini tersimpan di dalam hati Sepertinya tak pernahkah ku mengerti Kembali kunasihati diri Agar ku tak kembali lagi Seperti awal kau tak pernah mengenaliku Dan akupun tak tahu dirimu Namun cumbu rindu membelengguku Seakan tak ingin tinggalkanku Padahal ia menjadi racun dalam darahku Melumpuh setiap langkahku Sudahlah goda itu bukan milikku... Tautan hatimu tak tersambung padaku Tali harapmu tak kau ikat di tanganku Sejuk embun senyummu takkan pernah milikku... Terimakasih telah menjadi temanku... Terimakasih telah ajariku dalam cinta tak harus memilikimu .... Hergi, 17 april 2018
# 0104 Putih Abu-abu Itu seragam sekolah SMAku dulu Berbaris didepan pintu Lalu duduk di bangku Guru menjejal ilmu agar kami tahu Dan juga agar kami tak dungu Indah semasa itu tanpa lika-liku Tawa gembira dimasa remaja yang lugu Terkadang kami tak tahu maksud menuntut ilmu Berguna atau tidak belumlah tentu Tiga tahun berlalu baju putih abu-abu kamipun lusuh Ditambah coret-moret lukisan tak tentu Euforia saat kelulusan yang belum tentu bermutu Generasi masa depan harapan bangsa kata guruku Kini sudah 28 tahun berlalu.. Putih abu-abu masih terbayang selalu Saat guruku memberi ilmu agar idealismeku tumbuh Untuk kupegang dengan teguh Namun dalam realita hidup ternyata memang putih dan abu-abu... Pilihan hidup berada di jalan putih atau di jalan abu-abu.... Apakah inilah makna baju seragam ku.....? Hergi, 18 April 2018
# 0103 Sisa Ketika hanya doa yang tersisa Berjuta harap tak menjadi nyata Belenggu nafsu yang liar tak tertata Menghacurkan jiwa dan raga Ketika usia kini pun tinggal sisa Tarikan nafas tinggal satu dua Di belakang terlukis jejak sia-sia Dalam jalan fatamorgana Detik yang tersisa kuharap tak sia-sia Sekalipun tinggal nafas terakhir kalinya Kuhimpun tenaga yang tersisa Untuk bertaubat Nasuha.... Hergi, 15 April 2018
# 0102 Siapa aku..? Aku bukan siapa-siapa Aku hanya punya nama Doa pemberian orang tua Harapan yang mungkin jadi nyata Terkadang bias tak tentu arah Dalam ruang waktuku Dalam perjalanan hidupku Dalam gerak langkahku Indah membuai jiwa terlena Dalam rupa yang gemerlap Sekalipun telah renta diujung usia Siapa aku...? Aku hanya jiwa dibelenggu raga Jiwa yang rindu dalam hidayah Raga yang termakan candu dunia Aku berdiri di simpang jalan Dalam upaya benahkan badan Ku berlari dalam sepi Sambil teriak masihkah ku berarti...? Hai jiwa yang fakir .... Teruskan langkah kaki Sekalipun tangan-tangan berbisa terus menghalangi Dan menelanjangi .... Peganglah terus tali Ilahi yang pasti menjawab... Siapakah aku ......? Hergi, 09-04-2018
 # 0101 Ketika Saat kutawarkan bahu untuk tempatmu bersandar Kau berlalu tanpa menoleh kepadaku Saat kucoba memahamimu Kau anggap aku terlalu ingin tahu Saat ku berharap bisa hadir dalam dukamu Kau anggap aku hanya pengganggu Saat kuingin di dekatmu Kau berlari menjauh Ketika .... Ku tak mampu membendung rindu Ku tak mampu menahan  sayangku Ku tak mampu menghalang cinta Yang tumbuh liar tak terawatmu Ku hanya diam terpaku ... Ketika ..... Semua tak berarti bagimu Hanya satu pilihanku Membisu dan berlalu ....... Heri, 09-04-2018