Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018
# 0100 Rinduku (yg terakhir) Sepuluh tahun kelima kuinjak waktu yang berlalu Napak tilas langkah-langkah kakiku terdahulu Tak terasa waktu  seperti angin lalu Masa itu begitu jauh yang takkan kembali sekalipun berjuta rindu Kugenggam hasrat jiwa yang terkurung raga Terkadang liar tak kuasaku menjaga Helai-helai dosa membelenggu dan menjajah Seakan takkan mampu kuuraikan segera Sekalipun air mata darah tertumpah Kukan coba sekuat daya yang tersisa Melangkah disisa usia yang ada Berada dalam bimbingan yang Maha Kuasa Ya Rabb.... Kulipat rindu masa laluku Yang sungguh rapuh di dalam kalbu Menari dalam gelimangan lagu syahdu Membuai jiwa yang tertipu... Kini kusemai rinduku yang baru berharap menatap wajahMu Rinduku terakhir kalinya yang tak akan hilang digilas Waktu... Hergi, 27 Maret 2018
# 0099 Hujan... Hujan diawal musim pancaroba Membawa seribu rindu merona Kuunggah lewat bait kata-kata Isyarat yang tak pernah nyata Akankah ini hanyalah maya...? Ketika hati tak mampu berdusta Wahai jiwa yang lalai... Tak usahlah terbuai.. Cinta hanyalah sehelai.. Jiwamu akan tergadai ... Sedang waktu terus menjalar Sampai akhirnya kelak terpapar... Biarkanlah mimpi tergerus arus Kenangan itu akan terhapus Di tengah padang yang tandus Dan akan membuatmu haus Hujan akan datang memberangus Agar jiwamu tak akan terpupus..... hergi, 24 Maret 2018
#  0098 Sirna Terkadang inginku sirna dalam gelap malam Ketika raga tak mampu lagi bicara Kutegakkan Dagu agar tak terlihat ragu Padahal sungguh aku dalam rapuh Langkah tertatih hati yang letih Belenggu dosa mengikat kaki Karma jiwa membalut raga Tenggelamkan asa yang mulia Perlahan kuurai benang yang kusut Mencari pangkal cita yang awal Mencoba tegar dalam gagal Lalu bangkit di tebing yang terjal Sirnakan ...ya Rabb Sirnakan noda di dada... Sirnakan belenggu jiwa... Sirnakanlah aku dalam ampunan Mu Hergi, 17 Maret 2018
# 0097 Aku hanya sebuah nama Nama itu tersebut dan tertulis 47 tahun silam Diiringi jerit tangis sedih dan bahagia Bercampur dalam satu wadah gembira Hilangkan gundah derita bunda dalam lelah Nama itu kini telah menjelang senja Langkahkan diri menuju hijrah terakhir kalinya Tapak-tapak kaki menjejak penuh noda Berbekas kasat mata tak terkira Begitu banyak jalan yang telah dilalui nama itu Tebing terjal dan jalan berliku tanpa pemandu Onak dan duri terinjak dikaki terasa perih Dahan dan ranting penghalang di kanan kiri Aku hanya sebuah nama Terukir dalam sejarah dunia tempat bersinggah sementara Ketika kelak terbenam usia dalam kelam malam Itulah perjalanan abadi yang entah dimana berakhirnya.... Dua tangan ini menengadah berharap sempurna Ketika kelak berhadapan di sidang paripurna Timbangan amal penentu tempat akhirnya Kuharap nama itu ditulis di dalam jannah..... Hergi.... 11 Maret 2018
#  0096 Ditengah malam Kuterjaga di gelap malam Hening sunyi tak terekam Kukira malam menjelang karam Ternyata masih di tengah malam Lelah mata tak terlelap Kuharap terlena sekejap Entah apa yang tersirat Dalam gelisah sesaat Apakah ini adalah murkaMu..? Ketika janji ku dulu tak terpenuh Atau sekedar teguranMu....? Sekedar untuk mengukur taqwaku Satu nikmat telah Kau cabut Terasa tak terhingga rajam jiwaku Kuhanya mampu berbisik dalam sujudku Semoga ampunanMu atas khilafku.... Hergi..15 maret 2018
# 0095 Kenangan Sesuatu yang tak mudah dilupakan Tersimpan rindu dan dendam Terkadang membahagiakan Terkadang menyakitkan Seribu tangisan tak akan mengembalikan Seribu senyuman tak akan menyembuhkan.. Wahai insan yang khilaf Janganlah terbelenggu kenangan Jiwa yang tentram bukanlah dalam kenangan Kenangan hanyalah angan di masa sekarang.. Sedang angan bukanlah kenyataan.. Kenangan tak perlu dilupakan Kenangan tak perlu diharapkan Merajut hari depan itulah kemuliaan... Hergi, . 15 maret 2018
#  0094 Selamat tinggal Bungaku Indah cinta dalam angan kenangan Telah kunanti mimpi di jalan sepi Berharap rindu yang jadi nyata Ternyata masih mimpi belaka Tak ku ingkari cinta datang tak terelakkan Tapi mengapa terjadi saat usia mulai senja Ingin kutolak takdir yang tak memihak Namun itulah jalan yang ada Upayaku meredam segala dendam Membuang lara yang merajam dalam Biarlah bahagia untukmu dijalan yang berliku Satu kata yang ingin kuucapkan terakhir kalinya Selamat tinggal bungaku..... Maret 7 - 2018
# 0093 Tak Kutulis lagi Secarik kertas yang tersobek dari buku harianku Berisi kisah yang terulang lagi Perih terasa namun masih tertahan di hati Tlah kukira bahwa ini takkan terealisasi Namun kumemaksa diri untuk jatuh hati Berawal setengah usiamu saat masih remaja Keceriaanmu memikat hatiku yang dulu pernah berharap seseorang Namun ku sadari aku tak berada di duniamu yang penuh dengan kegembiraan jiwa remaja Ingin rasanya bergabung dan berbaur namun itu tak mungkin terjadi Saat dewasamu dipersunting kumbang jalang Terasa khawatir bila suatu saat kau tersakiti dan dikecewakan Ternyata itulah yang terjadi bahtera retak dan terombang ambing keegoisan Sejujurnya telah terelakan dimilikinya agar terjaga dirimu Senyum bahagia yang terlepas itulah yang selalu kuharap terlihat Hati pernah berbunga saat kugoda dan kaupun membalasnya Tetapi itu  hanyalah selingan berwarna yang pasti pudar warnanya Ku kembali tak teruskan langkah maksiat yang mungkin bisa ada Kini d...