#0055

Wajah Terindah

Tengah malam sepi kuterjaga
Teringat waktu yang terpisah
Bergumul lumpur racun dunia
Takkan kembali walau air mata darah

Hening malam sunyi menyergap
tak ada hingar bingar terdengar
Bisik angin semakin mendesak
Menyesak dada yang terisak

Kubangan lumpur masih tersisa
Membalut hitam segala raga
Kubasuh muka untuk bertanya
Masihkah ada celahnya..?
Tuk memandangMu wahai Wajah Terindah

By : Hergi
Curup, 21 Januari 2018




Komentar

Postingan populer dari blog ini