# 0093

Tak Kutulis lagi

Secarik kertas yang tersobek dari buku harianku
Berisi kisah yang terulang lagi
Perih terasa namun masih tertahan di hati
Tlah kukira bahwa ini takkan terealisasi
Namun kumemaksa diri untuk jatuh hati

Berawal setengah usiamu saat masih remaja
Keceriaanmu memikat hatiku yang dulu pernah berharap seseorang
Namun ku sadari aku tak berada di duniamu
yang penuh dengan kegembiraan jiwa remaja
Ingin rasanya bergabung dan berbaur namun itu tak mungkin terjadi

Saat dewasamu dipersunting kumbang jalang
Terasa khawatir bila suatu saat kau tersakiti dan dikecewakan
Ternyata itulah yang terjadi bahtera retak dan terombang ambing keegoisan
Sejujurnya telah terelakan dimilikinya agar terjaga dirimu
Senyum bahagia yang terlepas itulah yang selalu kuharap terlihat

Hati pernah berbunga saat kugoda dan kaupun membalasnya
Tetapi itu  hanyalah selingan berwarna yang pasti pudar warnanya
Ku kembali tak teruskan langkah maksiat yang mungkin bisa ada
Kini dikesendirianmu ku mengerti ternyata sungguh aku tak pernah hadir dihati
Dan kini tak mungkin kutulis lagi namamu dalam hati ini......


Komentar

Postingan populer dari blog ini